pesan

Senin, 17 September 2012

Kiat Terbang Tanpa Membawa Bagasi


Oleh Hairun Fahrudin
Traveling ke luar negeri tanpa membawa bagasi? Siapa bilang tidak mungkin, bahkan banyak orang sudah melakukannya. Sudah bukan zamannya lagi traveling sambil membawa banyak koper dan tas. Kalau tahu caranya, bepergian dengan barang bawaan yang ringkas bukanlah hal yang sulit dilakukan.

Bukan cuma backpacker berpengalaman yang bisa melenggang kemana-mana hanya dengan ransel kecil. Semua orang pada dasarnya bisa mengaplikasikan prinsip-prinsip berkemas ringkas. Apalagi, terbang tanpa membawa bagasi sebenarnya memberi banyak keuntungan. Selain menghemat uang, resiko kehilangan barang lebih kecil dan acara jalan-jalan Anda menjadi lebih mudah dan seru.

Seperti Anda ketahui, maskapai berbiaya murah memungut biaya bagasi yang jumlahnya cukup besar. Kalau ongkos bagasi ini bisa dipangkas, sudah pasti Anda bisa menghemat banyak uang. Selain lebih irit, hanya membawa hand-carry luggage juga memperkecil resiko kehilangan. Barang bawaan selalu bersama Anda, jadi Anda lebih mudah mengawasinya.

Kalau butuh apa-apa, Anda juga cukup meraih tas lalu tinggal mengambil barang yang dibutuhkan. Pendek kata, terbang tanpa bagasi benar-benar praktis dan tidak repot. Keuntungan lainnya, Anda bisa terbebas dari antrian pengambilan bagasi yang seringkali sangat lama.

Sebagai informasi, umumnya berat maksimal barang yang boleh dibawa ke dalam kabin pesawat adalah 7 kilogram (lihat syarat dan kondisi tiket yang Anda beli). Nah, lalu bagaimana caranya supaya barang bawaan kita menjadi ringan sehingga bisa dibawa ke dalam kabin pesawat? Coba simak tips berikut ini.

Pilih tas ringan yang berukuran sedang.

Hindari membawa koper beroda karena bawaan ini belum diisi saja sudah cukup berat. Supaya lebih ringan, cukup bawa ransel atau tas jinjing yang berukuran sedang. Jangan memilih ransel atau tas berukuran besar karena akan menggoda Anda untuk memasukkan barang-barang yang tak diperlukan. Saat menyadari masih ada ruang kosong di dalam tas, kita cenderung merasa sayang untuk tidak mengisinya. Kalau ini dituruti, barang bawaan Anda bisa menjadi sangat berat.

Menurut pengalaman saya, ransel berukuran 35 liter paling pas untuk dijadikan hand-carry luggage. Biasanya, beratnya tak akan lebih dari 7 kilogram ketika diisi penuh dengan pakaian, beberapa buku dan sedikit perlengkapan elektronik.

Ransel berukuran 35 liter yang selalu menemani saya traveling

Utamakan kegunaan ketimbang fashion

Pernak-pernik yang bersifat aksesoris seperti rompi, selendang, topi yang fungsinya hanya untuk bergaya, serta hiasan tak penting lainnya harus disingkarkan dari daftar barang bawaan Anda. Bawalah barang-barang yang berfungsi serbaguna seperti sarung yang bisa dijadikan rok, alas untuk berjemur di pantai, atau bahkan bisa digunakan sebagai handuk. Contoh benda serbaguna lainnya adalah bandana. Secarik kain kecil ini bisa berfungsi sebagai saputangan, ikat rambut dan bisa dijadikan scarf.

Tinggalkan barang yang mudah didapat

Cara lainnya untuk memangkas jumlah barang bawaan adalah dengan meninggalkan barang-barang yang mudah didapatkan di lokasi tujuan. Misalnya makanan, handuk, sandal jepit, serta produk perawatan tubuh yang mudah dibeli. Meskipun ukurannya relatif kecil, namun kalau jumlahnya banyak bisa membuat tas Anda bertambah berat. Selain itu, benda-benda tajam seperti gunting dan pisau tak diizinkan dibawa ke kabin. Kalau membutuhkan benda-benda ini, Anda bisa membelinya setelah tiba di tujuan.

Manfaatkan saku pakaian

Satu-satunya objek yang tidak ikut ditimbang adalah tubuh penumpang. Tapi ada perkeculiannya saat naik pesawat kecil yang melayani rute perintis. Penerbangan komersial tidak akan mempermasalahkan apakah tubuh Anda sangat gendut sehingga bisa menambah beban pesawat. Karena tubuh Anda tak ikut ditimbang, maksimalkan barang-barang yang bisa menempel di badan sehingga tak ikut pula ditimbang.

Coba gunakan celana kargo yang memiliki banyak saku lebar. Anda bisa mengisi saku pakaian dengan buku, kamera dan barang-barang lainnya yang memungkinkan dimasukkan dalam saku. Bahkan komputer tablet berukuruan 7 inci masih muat dimasukkan dalam saku celana kargo. Jangan lupa pula, pakaian tebal dan berat seperti jaket dan switer harus dipakai supaya tidak ikut ditimbang.

Pisahkan benda cair

Saat check-in di bandara, petugas sering menanyakan apakah kita membawa benda cair dalam tas yang akan dibawa ke kabin pesawat. Sebenarnya tak masalah membawa benda cair asal ukuran per botolnya kurang dari 100 ml (total cairan yang dibawa maksimal 1 liter). Kalau kita ingin membawanya dalam kabin, kumpulkan benda-benda tersebut dalam kantong plastik transparan yang mudah dibuka.

Jangan lupa keluarkan barang-barang cair dari tas saat melewati pemeriksaan sinar X supaya lebih mudah diperiksa petugas. Barang-barang yang dikategorikan benda cair ini antara lain pasta gigi, pembersih lensa kontak, sampo, sabun cair dan parfum. Lihat foto di bawah ini bagaimana cara mengemas benda-benda cair itu supaya bisa melewati pemeriksaan sinar X tanpa menemui masalah.

Cara mengemas benda cair untuk dibawa ke dalam kabin pesawat

Manfaatkan jasa laundry

Traveling dalam waktu yang lama bukan berarti harus membawa banyak baju. Kalau Anda traveling ke negara Asia, ada banyak layanan pencucian baju dengan tarif murah. Anda bisa juga mencuci pakaian sendiri. Baju kotor bisa dicuci di wastafel lalu dikeringkan di kamar mandi atau tempat-tempat lainnya yang memungkinkan.

Timbang barang bawaan

Setelah barang bawaan dikemas, jangan lupa ditimbang dulu untuk memastikan beratnya. Jangan hanya mengira-ngira karena bisa saja Anda salah taksir. Maskapai berbiaya murah menerapkan aturan yang sangat ketat soal berat barang bawaan. Meskipun kelebihannya hanya 500 gram, Anda tetap diharuskan membayar biaya bagasi. Kalau Anda tak memiliki timbangan, tas tersebut bisa dibawa ke minimarket lalu minta bantuan pegawainya untuk menimbang tas Anda. Saya selalu melakukan cara ini dan tak ada pegawai minimarket yang keberatan.

Kunjungi juga blog Hairun Fahrudin di easybackpacking.blogspot.com